<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7418007174705280781?origin\x3dhttps://carpebutts.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
“I am going to take this bucket of water and pour it on the flames of hell, and then I am going to use this torch to burn down the gates of paradise so that people will not love God for want of heaven or fear of hell, but because He is God.”


skin follow flavors
052. Kentut kau.
Monday, September 12, 2011
Dalam hidup aku ni, ada ramai yang tak puas hati dengan aku. Aku tak berapa nak kisah sebab, aku pun tak nampak significantnya mereka dalam hidup aku sampai aku kena lulus cop approval mereka untuk hidup dengan tenang. Aku ada falsafah hidup aku sendiri: kau tak perlu suka semua orang untuk hidup. Kau takkan suka semua orang dalam hidup, tapi 'tak suka' tak semestinya bermaksud 'benci', sebab benci menimbulkan perasaan negatif yang mendorong kita untuk menjatuhkan seseorang itu, tak suka just simply means you don't care. Ignorance.

Aku selalu ignore golongan orang yang aku kurang nak suka itu, tapi kadang-kadang tersasul la jugak sarcasm/offensive words/maki-hamun and stuff. Bukan selalu, tapi bila dah jadi, orang takkan lupa. Fine, kau nak judge aku for that one verbal abuse, then I'm judging your single track mind that won't open up for a silly mistake. Makin membara ketidak suka-an itu atas dasar tak rasional nak merajuk hal kecil, tidak suka itu secara perlahan bertukar menjadi benci.

Aku tak kisah bila orang tak suka aku, tapi aku kisah bila aku tahu aku buat salah, dan nampak kesalahan aku itu. Aku minta maaf. Dan dalam proses bertuka-tukar kemaafan ini, aku pentingkan kejujuran. Kalau aku tahu yang aku masih sakit hati dengan apa yang kau buat, jujur aku cakap aku tak maafkan kau. Kalau aku boleh lupakan perkara itu, tak ada grudge whatsoever, aku maafkan kau. Apa gunanya memberi kata-kata kemaafan, tapi dalam hati tak ikhlas dan masih rasa sakit hati? What's the point of this whole exchange if we're not being honest with our feelings?

Kentut kau.


Labels: ,

Older Home Newer